Maindmaping Manusia Dan Kesustraan
PERIODESASI PROSA DAN SENI
Disusun
oleh :
Nama:
Putri Meilani
Npm:15216861
Kelas:1EA03
DAFTAR
ISI
PERIODESASI PROSA
A. Karya Sastra Bentuk Prosa
Karangan
prosa ialah karangan yang bersifat menerangjelaskan secara terurai mengenai
suatu masalah atau hal atau peristiwa dan lain-lain. Pada dasarnya karya bentuk
prosa ada dua macam, yakni karya sastra yang bersifat sastra dan karya sastra
yang bersifat bukan sastra. Yang bersifat sastra merupakan karya sastra yang
kreatif imajinatif, sedangkan karya sastra yang bukan astra ialah karya sastra
yang nonimajinatif.
Macam
Karya Sastra Bentuk Prosa
Dalam
khasanah sastra Indonesia dikenal dua macam kelompok karya sastra menurut
temanya, yakni karya sastra lama dan karya sastra baru. Hal itu juga berlaku
bagi karya sastra bentuk prosa. Jadi, ada karya sastra prosa lama dan karya
sastra prosa baru.
Perbedaan prosa lama dan
prosa baru menurut Dr. J. S. Badudu adalah:
Prosa lama:
1. Cenderung bersifat
stastis, sesuai dengan keadaan masyarakat lama yang mengalami perubahan secara
lambat.
2. Istanasentris ( ceritanya sekitar kerajaan, istana, keluarga raja, bersifat
feodal).
3.
Hampir seluruhnya berbentuk hikayat, tambo atau dongeng. Pembaca
dibawa ke dalam khayal dan fantasi.
4.
Dipengaruhi oleh kesusastraan Hindu dan Arab.
5. Ceritanya sering bersifat anonim (tanpa nama)
6.
Milik bersama
Prosa Baru:
1. Prosa baru
bersifat dinamis (senantiasa berubah sesuai dengan perkembangan masyarakat)
2. Masyarakatnya
sentris ( cerita mengambil bahan dari kehidupan masyarakat sehari-hari)
3. Bentuknya roman,
cerpen, novel, kisah, drama. Berjejak di dunia yang nyata, berdasarkan kebenaran dan kenyataan
4. Terutama
dipengaruhi oleh kesusastraan Barat
5. Dipengaruhi siapa
pengarangnya karena dinyatakan dengan jelas
6. Tertulis
1.
Prosa lama
Prosa
lama adalah karya sastra daerah yang belum mendapat pengaruh dari sastra atau
kebudayaan barat. Dalam hubungannya dengan kesusastraan Indonesia maka objek
pembicaraan sastra lama ialah sastra prosa daerah Melayu yang mendapat pengaruh
barat. Hal ini disebabkan oleh hubungannya yang sangat erat dengan sastra
Indonesia. Karya sastra prosa lama yang mula-mula timbul disampaikan
secara lisan. Disebabkan karena belum dikenalnya bentuk tulisan. Dikenal bentuk
tulisan setelah agama dan kebudayaan Islam masuk ke Indonesia, masyarakat
Melayu mengenal tulisan. Sejak itulah sastra tulisan mulai dikenal dan sejak
itu pulalah babak-babak sastra pertama dalam rentetan sejarah sastra Indonesia
mulai ada.
Bentuk-bentuk
sastra prosa lama adalah:
a. Mite adalah dongeng yang banyak
mengandung unsur-unsur ajaib dan ditokohi oleh dewa, roh halus, atau peri.
Contoh Nyi Roro Kidul
b. Legenda adalah dongeng yang
dihubungkan dengan terjadinya suatu tempat. Contoh: Sangkuriang, SI Malin
Kundang
c. Fabel adalah dongeng yang pelaku
utamanya adalah binatang. Contoh: Kancil
d. Hikayat adalah suatu bentuk prosa
lama yang ceritanya berisi kehidupan raja-raja dan sekitarnya serta kehidupan
para dewa. Contoh: Hikayat Hang Tuah.
e. Dongeng adalah suatu cerita yang bersifat
khayal. Contoh: Cerita Pak Belalang.
f. Cerita berbingkai adalah
cerita yang di dalamnya terdapat cerita lagi yang dituturkan oleh
pelaku-pelakunya. Contoh: Seribu Satu Malam
- Prosa Baru
Prosa
baru adalah karangan prosa yang timbul setelah mendapat pengaruh sastra atau
budaya Barat. Prosa baru timbul sejak pengaruh Pers masuk ke Indonesia yakni
sekitar permulaan abad ke-20. Contoh: Nyai Dasima karangan G. Fransis, Siti
mariah karangan H. Moekti.
Berdasarkan
isi atau sifatnya prosa baru dapat digolongkan menjadi:
1. Roman
adalah cerita yang mengisahkan pelaku utama dari kecil sampai mati, mengungkap
adat/aspek kehidupan suatu masyarakat secara mendetail/menyeluruh, alur
bercabang-cabang, banyak digresi (pelanturan). Roman terbentuk dari pengembangan
atas seluruh segi kehidupan pelaku dalam cerita tersebut. Contoh: karangan
Sutan Takdir Alisjahbana: Kalah dan Manang, Grota Azzura, Layar Terkembang, dan
Dian yang Tak Kunjung Padam
2. Riwayat
adalah suatu karangan prosa yang berisi pengalaman-pengalaman hidup pengarang
sendiri (otobiografi) atau bisa juga pengalaman hidup orang sejak kecil hingga
dewasa atau bahkan sampai meninggal dunia. Contoh: Soeharto Anak Desa atau
Prof. Dr. B.I Habibie atau Ki hajar Dewantara.
3. Otobiografi
adalah karya yang berisi daftar riwayat diri sendiri.
4. Antologi
adalah buku yang berisi kumpulan karya terplih beberapa orang. Contoh Laut
Biru Langit Biru karya Ayip Rosyidi
5. Kisah
adalah riwayat perjalanan seseorang yang berarti cerita rentetan kejadian
kemudian mendapat perluasan makna sehingga dapat juga berarti cerita. Contoh: Melawat
ke Jabar – Adinegoro, Catatan di Sumatera – M. Rajab.
6. Cerpen
adalah suatu karangan prosa yang berisi sebuah peristiwa kehidupan manusia,
pelaku, tokoh dalam cerita tersebut. Contoh: Tamasya dengan Perahu Bugis karangan
Usman. Corat-coret di Bawah Tanah karangan Idrus.
7. Novel
adalah suatu karangan prosa yang bersifat cerita yang menceritakan suatu
kejadian yang luar biasa dan kehidupan orang-orang. Contoh: Roromendut karangan
YB. Mangunwijaya.
8. Kritik adalah
karya yang menguraikan pertimbangan baik-buruk suatu hasil karya dengan
memberi alasan-alasan tentang isi dan bentuk dengan kriteria tertentu yangs
ifatnya objektif dan menghakimi.
9. Resensi
adalah pembicaraan/pertimbangan/ulasan suatu karya (buku, film, drama, dll.).
Isinya bersifat memaparkan agar pembaca mengetahui karya tersebut dari ebrbagai
aspek seperti tema, alur, perwatakan, dialog, dll, sering juga disertai dengan
penilaian dan saran tentang perlu tidaknya karya tersebut dibaca atau
dinikmati.
10. Esei adalah ulasan/kupasan
suatu masalah secara sepintas lalu berdasarkan pandangan pribadi penulisnya.
Isinya bisa berupa hikmah hidup, tanggapan, renungan, ataupun komentar tentang
budaya, seni, fenomena sosial, politik, pementasan drama, film, dll. menurut
selera pribadi penulis sehingga bersifat sangat subjektif atau sangat
pribadi.
PERIODESASI SENI RUPA
SEJARAH PERKEMBANGAN SENI RUPA
PENDAHULUAN
Kata Art (Bahasa Inggris) sering
diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia sebagai seni. Seni rupa adalah salah
satu cabang seni yang diciptakan manusia dengan menggunakan rupa sebagai medium
penggungkapan gagasan seni. Yang termasuk ke dalam seni rupa adalah garis, bidang,
bentuk, huruf, angka, warn, bahkan cahaya. Karena perbedaan rupa yang dijadikan
medium inilah kemudian dikenal cabang-cabang seni rupa seperti seni lukis, seni
patung, seni grafis, seni desain, dan sebagainya.
Sebagai karya seni, seni rupa dapat
dikelompokkan dalam berbagai kepentingan. Berdasarkan bentuknya dineal adanya
karya seni rupa dua dimensi (dwimatra) dan karya seni rupa tiga dimensi
(trimatra). Karya seni rupa dua dimensi adalah karya seni rupa yang diterakan
pada bidang datar seperti gambar, lukisan, dan sejenisnya. Sedangkan karya seni
rupa tiga dimensi dalah karya seni rupa yang menggunakan bentu-bentuk yang
memiliki tiga ukuran (panjang, lebar, tinggi) sebagai mediumnya, seperti
patung, karya kriya, dan sejenisnya.
Selain penggolongan berdasarkan bentuknya,
karya seni rupa juga dapat dikelompokkan berdasarkan fungsi kegunaannya dalam
konteks kehidupan manusia. Berdasarkan kegunaannya dikenal adanya seni rupa
murini (pure art/fine art) dan seni rupa pakai (applied art) yang sering disebut
dengan seni kriya.
Seni rupa murni atau seni murni adalah karya
seni yang dimaksudkan untuk penikmatan semata dan tidak memiliki kegunaan
praktis dalam kehidupan sehari-hari. Karya seni murni dapat kita temukan dalam
bentuk lukisan, patung, dan sejenisnya. Sedangkan seni rupa pakai atau seni
pakai adalah karya seni rupa yang selain sebagai karya seni rupa juga memiliki
fungsi atau kegunaan praktis dalam kehidupan s ehari-hari. Oleh karena itu,
seni rupa pakai biasa dikenal sebagai seni kriya (craft).
Menurut Kamus
Besar Bahasa Indonesia, kriya berarti kerajinan tangan. Jadi dalam pengertian
terbatas seni kriya dapat diartikan sebagai kerajinan tangan.
SEJARAH SENI RUPA
Perkembangan seni rupa dapat dirunut sejak
zaman purbakala hingga era modern. Secara garis besar, sejarah seni rupa
terbagi dalam beberapa periode sebagai berikut:
Seni Rupa Zaman Prasejarah
Seni rupa dapat dikatakan sebagai bagian
budaya yang tua. Dalam batas-batas tertentu, seni rupa telah ada sejak manusia
mengenal peradaban. Karya-karya yang dimaksud ditemukan dalam bentuk gerabah
yang diberi ornament hias tertentu, patung-patung leluhur masyarakat
prasejarah, serta catatan-catatan (dalam bentuk gambar) yang digoreskan pada
dinding-dinding goa.
Pada akhir abad ke-19 dan permulaan abad
ke-20, ditemukan pada beberapa tempat hasil seni yang dianggap orang paling tua
hingga saat ini. Penemuan tersebut merupakan lukisan-lukisan pada dinding
gua-gua yang terdapat di Perancis Selatan dan Spanyol Utara seperti di
Combaralles, Font de Gaume, Altamira, dan Alpera.
Lukisan-lukisan yang dibuat pada
dinding-dinding dan langit-langit gua tersebut dibuat dengan digurat atau
dicukil dengan batu tajam. Cukilan ini diberi warna memakai batu dangklik)
dicampur dengan lemak binatang sebagai perekatnya. Kebanyakan terdapat
gambar-gambar binatang bison atau sapi hutan. Ada juga beruang, rusa kutub,
kuda liar, dan babi hutan.
Peradaban Bangsa-bangsa Kuno
Bangsa-bangsa timur yang mendiami daerah
Timur Tengah dan Asia Kecil serta daerah Mesir dikenal sebagai bangsa-bangsa
yang memiliki peradaban tinggi. Di mesir kita dapat menyaksikan sisa-sisa
peradaban tinggi dalam bentuk karya seni arsitektur, patung, serta lukisan
dinding yang bernilai tinggi seperti piramida, spinx serta relief-relief dan
lukisan pada dinding bagian dalamnya.
Selain bangsa Mesir, bangsa Babilonia,
Asiria, dan Persia merupakan bangsa-bangsa yang memiliki kebudayaan yang
tinggi.
Bangsa Yunani dan Romawi sering dijadikan
titik awal perkembangan seni rupa di dunia. Lukisan-lukisan karya pelukis
Yunani kuno menampilkan bentuk-bentuk geometris yang diterakan pada permukaan
keramik, jambangan, serta benda-benda kerajinan tangan lainnya. Sementara itu,
bangsa Romawi karyanya dapat kita saksikan di dalam rumah-rumah bangsawan di
kota Pompei.
Seni Rupa Zaman Abad Pertengahan
Periode ini berlangsung mulai tahun 476
Masehi yakni pada awal perkembngan agama Nasrani di Romawi, dan berakhir pada
tahun 1492, yakni pada saat ditemukannya benua Amerika. Karya-karya seni rupa
abad pertengahan banyak dipengaruhi oleh corak budaya Yuani Purba dan Romawi
yang menganut kepercayaan politheisme (menyembah banyak dewa) dan dicampur
dengan ajaran-ajaran Nasrani. Pada zaman ini gereja memiliki pengaruh yang
sangat besar.
Seni Rupa Zaman Renaissance
Zaman renaissance merupakan zaman perubahan
besar-besaran dalam berbagai bidang keilmuan dan seni budaya. Kemapanan gereja
mulai terusik oleh berbagai pertentangan serta penemuan dalam bidang-bidang
keilmuan. Penemuan-penemuan baru dalam
bidang geografi, fisika, astronomi telah dianggap sebagai hal yang menentang
keberaddan da kemapanan agama. Galileo (1564-1642), seorang ahli fisika, ahli
astronomi dan juga filsuf, ditangkap dan dipenjara dengan tanpa ditentukan
batas waktunya karena penemuannya bertentangan dengan hokum-hukum yang
dipercayai gereja.
Tokoh-tokoh seni rupa yang terkenal pada
periode ini adalah Leonardo da Vinci, Michelangelo, dan Rafael Santi.
Karya-karya penting pada masa ini terdapat pada bentuk-bentuk bangunan gereja,
lukisan-lukisan dinding, relief pada pintu-pintu rumah dan bangunan gereja,
serta patung-patung perunggu yang menghiasi hampir seluruh gereja di Italia
serta seluruh Eropa Barat dan Eropa Timur.
Seni Rupa Zaman Barok dan Rokoko
Kata Barok (baroque) berasal dari bahasa
Romawi yang berarti “tidak beraturan” atau “menyimpang”. Michelangelo dan
Palladio dianggap sebagai pelopor dari gerakan ini. Zaman Barok terlahir pada
pertengahan abad ke-16 sebagai awal mula pengaruh seni Italia ke seluruh
daratan Eropa.
Jika misi renaissance adalah melepaskan diri
dari cara berpikir zaman pertengahan dan dipenuhi pola pikir gereja, maka barok
melepaskan diri dari keterikatan tema-tema serta nuasnsa-nuansa yang terkandung
pada masa renaissance. Lukisan-lukisan pada zaman barok terkesan berlebihan
dari keadaan sebenarnya. Peter Paul Rubens (1577-1640), seorang seniman
Belanda, melukiskan tubuh-tubuh orang penuh dengan otot-otot serta tokoh-tokoh
perkasa.
Rococo diambil dari kata “rocaile” yang
berarti seni kulit kerang, sejenis kesenian yang sangat digemari pada saat itu
di Italia. Pada zaman inilah bentuk-bentuk penyelewengan kaidah seni tampil
meluas. Lukisan-lukisan dibuat menjadi lebih indah dari aslinya, lebih hebat,
dan menyimpang dari sebenarnya. Karya seni menjadi barang pesanan kaum
bangsawan dan saudagar yang memiliki banyak uang. Pada zaman ini kkary seni
diperjualbelikan secara salah dan menjadi komoditas yang tidak berharga.
- Seni Rupa Abad ke-19
Penggalian kembali corak-corak lama, seperti
yang terdapat pada gaya-gaya Yunani Purba dan Romawi telah melahirkan
aliran-aliran baru yang dikenal dengan alisan klasik dan neo klasisme dalam
seni lukis dan seni patung.
Beberapa catatan penting yang dapat disajikan
dalam perkembangan seni rupa pada abad ke-19 ini adalah sebagai berikut:
- Munculnya berbagai aliran seni rupa seperti romaantisme, impresionisme, realism, simbolisme, munumentalisme, dll.
- Terlepasnya pengaruh agama, terutama gereja, dari corak, gaya serta nafas kesenian secara umum.
- Para pelukis semakin berani melakukan percobaan dengan berbagai penggunaan warna cerah sebagai pencurahan emosi dan pemikiran.
- Seniman bukan lagi dari kalangan bangsawan atau memiliki status social tinggi, melainkan juga banyak yang berasal dari kalangan bawah.
Beberapa tokoh seniman yang terlahir pada
abad ke-19 dan mewakili aliran-aliran yang dianutnya adalah sebagai berikut:
Klasisisme : arsitek Bartholome Vignon (1762-1846), pelukis Jacques Louis David (1748-1825)
Romantisme : Raden Saleh Sjarif Bastaman, Ludwig Richter, Kasper Friederich.
Impresionisme : Jean Claude Monet, Eduard Manet dll
Neo Impresioniesme : Paul Cezanne, Paul Gauguin, dll.
Realisme : George Hendrik Breitner, Auguste Rodin, dll.
Simbolisme dan Monumentalisme : Willian Blake, Pierre Puvis de Chavannes, dll
Ekspresionisme : Vincent van Gogh, Eduard Munch, dll.
Seni Rupa Abad ke-20
Dengan pecahnya Perang Dunia I, timbullah
berbagai gerakan perbaikan dalam bidang seni rupa yang meliputi fisik,
material, mental, dan spiritual. Berdirinya Negara-negara baru sebagai hasil
perjuangan negeri-negeri jajahan bangsa Eropa, telah membangkitkan semangat
baru dalam bidang seni rupa.
Aliran-aliran yang bermunculan pada abad
ke-20 ini antara lain fauvism yang dimotori oleh Henri Matisse, dll. Kubisme
menampilkan pelukis Pablo Picasso, Leo Getel, dll. Futurisme menampilkan
tokoh-tokoh peuis Carlo Carra dan Buido Severini. Absolutisme menampilakn
pelukis Wassily Kadinsky.
Daftar Pustaka
